Tampilkan postingan dengan label Energi yang Selalu Terbaharukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Energi yang Selalu Terbaharukan. Tampilkan semua postingan

8.06.2012

MESIN PENGOLAHAN PLASTIK DAN BAN BEKAS MENJADI BBM (BAHAN BAKAR MINYAK)


Type K1 – 8
MESIN PENGOLAHAN PLASTIK DAN BAN BEKAS MENJADI BBM Kapasitas 8kg/jam

BAGIAN – BAGIAN  MESIN :
1.       Reactor
2.       Silo Biomass
3.       Safety Explosion Door
4.       Biomass Furnace
5.       Pintu Pengurasan material
6.       Gas Filter
7.       Cooling Tower Basin + Automatic Water Pump
8.       Oil Tank
9.       Cerobong Asap
10.   Motor Penggerak dan Blower

READ MORE »

7.04.2012

Gasifikasi - Pyrolysis - Pembakaran

Gasifikasi adalah suatu proses perubahan bahan bakar padat secara termo kimia menjadi gas, dimana udara yang diperlukan lebih rendah dari udara yang digunakan untuk proses pembakaran.

Selama proses gasifikasi reaksi kimia utama yang terjadi adalah endotermis (diperlukan panas dari luar selama proses berlangsung). Media yang paling umum digunakan pada proses gasifikasi ialah udara dan uap. Produk yang dihasilkan dapat dikategorikan menjadi tiga bagian utama, yaitu padatan, cairan (termasuk gas yang dapat dikondensasikan) dan gas permanen. Media yang paling umum digunakan dalam proses gasifikasi adalah udara dan uap. Gas yang dihasilkan dari gasifikasi dengan menggunakan udara mempunyai nilai kalor yang lebih rendah tetapi disisi lain proses operasi menjadi lebih sederhana.

Beberapa keunggulan dari teknologi gasifikasi yaitu :
1.     Mampu menghasilkan produk gas yang konsisten yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik.
2.     Mampu memproses beragam input bahan bakar termasuk batu bara, minyak berat, biomassa, berbagai macam sampah kota dan lain sebagainya.
3.     Mampu mengubah sampah yang bernilai rendah menjadi produk yang bernilai lebih tinggi.
4.     Mampu mengurangi jumlah sampah padat.
5.     Gas yang dihasilkan tidak mengandung furan dan dioxin yang berbahaya.

READ MORE »

2.14.2012

Biomass Furnace, Biomass to Energy

Pada kondisi Normal, dengan 5 karung/jam, 1 karung = 15 kg biomass, menghasilkan panas sangat stabil pada output heat sebesar lebih dari 1400 C. Bila konsumsi Biomass ditambahkan maka Heat Output Bertambah, Bila konsumsi Biomass dikrangi maka Heat Output berkurang juga. Dan input konsumsi biomass ini diatur secara otomatis dalam menjaga kestabilan Output Heat.
Bila kita konversikan sebagai penghasil energi listrik, maka dibutuhkan Boiler yang akan menggerakkan Turbin Generator. Menurut the coal-fired boilers at TVA’s Kingston Fossil Plant near Knoxville, Tennessee, yang menyebutkan bahwa :
READ MORE »

2.06.2012

PLT Biomass Bekasi Baru Sumbang 6 MW ke PLN


Pasokan energi biomass ini berasal dari PT Navigat Organik Indonesia Bantar Gebang, Bekasi. Demikian disampaikan Manager Senior Energi Alternatif PLN Darma Bakti di Jakarta, Kamis (13/10).

Ia mengatakan, angka tersebut basru setengah dari kontrak yang telah disepakati. "Yang sudah beroperasi 6 MW dari kontrak jual yang sudah ditandatangani sebesar 12 MW," kata Darma Bakti.

Darma menjelaskan bahwa harga beli listrik dari sampah tersebut dengan harga Rp 975 per kwh. Sementara untuk harga jual ke konsumen sesuai dengan harga tarif dasar listrik yang berlaku sekarang. "Tidak ada perbedaan harga jual, semua sama," ujarnya.

Menurut Darma, PLN akan selalu siap untuk membeli listrik yang dihasilkan perusahaan pengembang energi biomass.

"Bali sedang menuju 9 MW, menyusul kota berikutnya Surabaya, Semarang dan Bandung. Ya kota-kota besarlah," pungkasnya.

Headline

READ MORE »

BPPT: Indonesia Bergantung pada Bahan Bakar Impor Hingga 2030

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperkirakan bahwa pada tahun 2030 Indonesia masih tetap bergantung pada bahan bakar impor, yang berarti bahwa pemanfaatan energi terbarukan belum maksimal.
Kapasitas pembangkit listrik dan pemanfaatan listrik di Indonesia 
akan naik lebih dari enam kali lipat pada tahun 2030

Sepanjang tahun 2011, banyak upaya yang berhasil dicapai oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di bidang teknologi energi bersih. Bekerjasama dengan PT Pindad dan PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NPT), BPPT telah berhasil membuat turbin dan generator untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal).

Hal ini diungkapkan Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Mineral, DR. Unggul Priyanto, di Jakarta, Selasa. Selain itu, BPPT juga telah merancang pembangkit listrik tenaga surya untuk daerah Sumba Barat Daya, dengan menggunakan teknologi “smart grid”, yang mengkombinasikan sumber energi terbarukan lainnya seperti angin dan air.

Ironisnya, DR. Priyanto mengatakan, bahwa di masa depan akan ada lonjakan besar yang tidak terhindari pada penggunaan energi fosil (minyak bumi dan batubara) serta listrik.

READ MORE »

1.31.2012

Harga Listrik dari Biomass Rp1.050


JAKARTA - Harga jual listrik berbasis energi biomassa, biogas dan sampah kota (Feed In Tarff) ditetapkan sebesar Rp975 per kwh dengan besaran sampai dengan 10 megawatt (mw).
yuni



"Biomass yang awalnya Rp656 menjadi Rp975 dengan besaran sampai 10 mw saat ini menjadi Rp975. Untuk biogas harganya menajdi Rp975, Sampah kota (land fill) Rp1.050, dan sampah kota dengan zero waste Rp850," ungkap Dirjen EBTKE Kardaya Warnika saat ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Kamis (13/10/2011).

Diakuinya, harga tersebut sudah sesuai kesepakatan antara PLN, dan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). Sehingga diharapkan diharapkan penggunaan pembangkit listrik dengan tenaga biomass ini bisa digalakkan dan memanfaatkan produk lokal.

READ MORE »

Korsel Manfaatkan Limbah Jagung untuk Energi Listrik


GORONTALO--Investor asing yang bernaung dalam Korea Energy Management Corporation (KEMCO) tertarik untuk memanfaatkan limbah jagung di Provinsi Gorontalo. Jae Hak Woo, salah seorang investor Korea Selatan tersebut mengatakan pihaknya iingin mengembangkan limbah jagung bagian tongkol. Tongkol jagung bisa menghasilkan energi listrik dengan teknologi yang ada, sehingga pihaknya memilih untuk mengembangkannya di Gorontalo, katanya saat bertemu dengan pemerintah Provinsi Gorontalo, Kamis.
Ilustrasi Green Energy

Pemerintah Korsel sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Gorontalo, di Seoul pada Juli 2009.Peluang tersebut telah dilirik oleh pemerintah Korsel beberapa tahun sebelumnya dan baru akan dilaksanakan pada tahun ini. Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail mengatakan pihaknya menyambut gembira proyek pembangunan pembangkit listrik dari biomass tersebut.

Dalam kerjasama itu, pihak Pemprov Gorontalo akan menyediakan lahan bagi instalasi pembangkit listrik dan memberikan jaminan pasokan biomass serta memfasilitasi prosedur administratif lain.Sedangkan pihak KEMCO dengan Ecosian Ltd sebagai kontraktor akan memulai studi kelayakan proyek pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar biomass, yang berasal dari limbah jagung dan produk pertanian lain serta memastikan pendanaan proyek, teknologi dan aspek pembangunan fisik.

Untuk tahap awal, proyek ini akan memiliki kapasitas 25 MegaWatt (MW) untuk memenuhi kebutuhan listrik di Gorontalo. ant/kpo

1.28.2012

Jika Indonesia ingin mandiri, kuasai energi


Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menekankan kemandirian nasional hanya mimpi semata bila seluruh lapisan masyarakat tidak menyadari betapa pentingnya energi.

"Berbicara soal energi, yang paling utama harus diubah adalah paradigma lama. Sesungguhnya energi itu merupakan kedaulatan negara," ujar Pramono dalam seminar Komite Energi Nasional di Jakarta, Senin.


Ia mencontohkan Korea Utara yang telah menerapkan kedaulatan energi. Energi diletakkan sebagai kedaulatan negara sehingga apapun yang akan dilakukan oleh negara harus sesuai dengan kedaulatan energi tersebut.

Begitu juga dengan Kuba di mana masyarakatnya memanfaatkan energi dengan sebaik-baiknya dan menyadari betapa pentingnya energi.

READ MORE »

Presiden ajak industri inovasi pangan dan energi


Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak kalangan industri untuk melakukan inovasi di bidang pangan dan energi untuk menjawab tantangan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi di Indonesia dan dunia.

Dalam pidatonya pada penyerahan Penghargaan Pemerintah di Bidang Industri, di Istana Negara, Jakarta, Kamis, Presiden mengatakan inovasi industri yang didukung kebijakan pemerintah merupakan langkah strategis menjawab kebutuhan pangan dan energi yang semakin meningkat.


"Saya sungguh mendorong inovasi di kedua bidang atau sektor ini," ujarnya.

Sedangkan untuk inovasi dalam bidang energi , Presiden berharap agar bisa diciptakan berbagai perabot elektronik dan kendaraan bermotor yang hemat energi serta ramah lingkungan.

Selain itu, agar dilakukan juga inovasi untuk menemukan sumber energi terbarukan dan energi bersih yang bisa mendukung industri hijau melalui dukungan penelitian di perguruan tinggi maupun universitas di Indonesia.

READ MORE »

Indonesia-Finlandia tekankan kerjasama energi terbarukan


Selasa, 24 Januari 2012 14:26 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dan Finlandia menekankan pentingnya kerja sama di bidang energi terbarukan dalam kerangka Kemitraan Energi dan Lingkungan RI-Finlandia atau "Energy an Environment Partnership" (EEP).

"Dalam pertemuan itu dibahas mengenai pentingnya kerja sama di bidang energi terbarukan. Selain itu Indonesia dan Finlandia juga menyepakati peningkatan hubungan dagang dan investasi," kata Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, dalam konferensi pers kunjungan Menteri Urusan Eropa dan Perdagangan Luar Negeri Finlandia, Alexander Stubb, di Jakarta, Selasa.
Menteri Luar Negeri Indonesia,
Marty M. Natalegawa 

Pada 14 Februari 2011 lalu, Indonesia dan Finlandia menandatangani perjanjian kerja sama EEP. Program itu bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi dampak perubahan iklim dengan menyediakan energi yang modern, dapat diakses, dan dapat diandalkan di daerah pedesaan dan dalam penggunaan di sektor industri

Untuk program tersebut, pemerintah Finlandia memberikan dana hibah sebesar empat juta Euro kepada pemerintah Indonesia dalam rangka mempromosikan energi terbarukan, efisiensi energi, dan investasi teknologi energi bersih di Indonesia

READ MORE »

How Green is Biomass Energy?


When you think of where energy comes from, you might picture a power plant or maybe wind mills. You probably wouldn't think of a pile of 12 tons of almond shells.

California is hungry for renewable energy. Solar and wind power have taken off thanks to the state's ambitious clean energy goals. But there's another way to generate electricity — by using organic material like agricultural and tree waste. It's known as biomass power.

Matt Summers is an engineer with West Biofuels at their test power plant near Sacramento. California, by the way, is the world leader in growing almonds.

"So we've got more almond shells than anybody else. And you know, we know some companies that handle almond shells and they're always looking for somewhere to take them," says Summers.


But where some see a waste product, Summers sees an energy source.

"So this is the heart of the West Biofuels process," he says, pointing to a tower of industrial equipment that turns almond shells into electricity.

First, the waste, or biomass, is fed into a reactor.

READ MORE »

Biomassa


Sampah, yang sering disebut Limbah Padat Perkotaan (LPP), adalah sumber dari sekitar 10% dari total energi biomassa yang dikonsumsi di Amerika Serikat. LPP mengandung bahan-bahan biomassa (atau biogenik)  seperti kertas, kardus, sisa-sisa makanan, potongan rumput, daun, kayu, dan produk kulit, dan material-material biomassa yang mudah terbakar, terutama plastik dan bahan sintetis lainnya yang terbuat dari minyak bumi.

Sejak 1985, program daur ulang dan pengomposan di Amerika Serikat telah mengurangi porsi bahan LPP biogenik  yang dipendam atau dibakar, sementara kandungan  non-biogenik secara  keseluruhan telah meningkat. Sekitar 60% dari LPP (berdasarkan berat) yang sekarang dipendam atau dibakar adalah biogenik. Materi yang termasuk biogenik menyumbang  sekitar 55% dari energi yang dihasilkan ketika LPP dibakar dalam fasilitas pengubahan limbah menjadi energi. Pengomposan  biomasssa di TPA LPP menghasilkan metana, yang ditangkap dan digunakan untuk menghasilkan listrik di banyak tempat pembuangan sampah besar.




Amerika memproduksi lebih banyak sampah setiap tahunnya. Pada tahun 1960, rata-rata orang Amerika membuang sampah  seberat 1,22 kg sehari. Hari ini, setiap orang Amerika membuang sekitar 2,04 kg sampah setiap harinya. Apa yang akan kita lakukan dengan semua sampah kita ini? Salah satu solusinya adalah dengan membakarnya. Limbah atau sampah organik adalah sampah yang berasal dari tanaman atau produk-produk hewani. Semua sampah organik mengandung energi. Orang-orang telah membakar satu jenis bahan organik - kayu - selama ratusan ribu tahun. Orang-orang kuno membakar  kayu untuk menghangatkan diri mereka dan untuk memasak makanan mereka.


READ MORE »

Green Energy

Everybody knows SUN, AIR, WATER, GEOTHERMAL, BIOMASS.


Green Energy means the energy generated from any source which do not produce any harmful waste and make bad impact on environment. SUN Energy, Wind Energy, Hydro Energy, Geothermal Energy, Biomass Energy are the sources of Green Energy. We need to understand the importance of our non-renewable energy resources which are running out day by day.


READ MORE »

1.27.2012

Cangkang Sawit sebagai Upaya Pemanfaatan Sumber Daya Energi Terbarukan


Riau juga dikenal sebagai salah satu penghasil minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia. Diklaim laju peningkatan produksi perkebunan kelapa sawitnya diklaim mencapai 12,3 % pertahun (Bagus, 2011). Seperti salah satu kebun kelapa sawit milik PT Salim Ivomas Pratama yang terletak di Rokan Hilir. Kebun milik perusahaan yang tengah menuju Roundable On Sustainable Palm Oil (RSPO), memproduksi Crude Palm Oil (CPO) di pabriknya dengan kapasitas 60 ton Tandon Buah Segar (TBS) perjam. Dalam setiap ton TBS tersebut dihasilkan 21-23% minyak CPO dan 5% kernel atau cangkang sawit (Indoagri Riau, 2011).

Produk samping dari pengolahan kelapa sawit adalah cangkang sawit yang asalnya dari tempurung kelapa sawit. Cangkang sawit merupakan bagian paling keras pada komponen yang terdapat pada kelapa sawit. Dalam hasil penelitian, besar kalori cangkang kelapa sawit mencapai 20000 KJ/Kg (Ma et.al., 2004). Saat ini pemanfaatan cangkang sawit di berbagai industri pengolahan minyak CPO masih belum dipergunakan sepenuhnya, sehingga masih meninggalkan residu, yang akhirnya cangkang ini dijual mentah ke pasaran. Dengan harga tidak sampai Rp 800 / kg, cangkang kelapa sawit ini berpotensi untuk dijadikan bahan bakar bagi keperluan rumah tangga. Tidak perlu jauh-jauh, yaitu untuk masyarakat di sekitar perkebunan itu sendiri.
Residu cangkang kelapa sawit 

Untuk kompor biomassa yang digunakan, biasanya masyarakat masih menggunakan kompor konvensional yang ada di pasaran. Jarang sekali mereka yang memperhatikan efisiensi penggunaan bahan bakar yang digunakan dalam proses memasak. Kebanyakan masyarakat kita hanya memperhatikan pembakaran pada bahan bakarnya. Padahal dalam pendekatan engineering, tidak hanya pembakaran yang diperhatikan, tetapi juga bagaimana perpindahan panas/kalor terjadi dari fuel ke beban thermal atau disebut juga heat exchanger transfer.

READ MORE »

1.26.2012

MENGAPA BIOMASS MAMPU MENGURANGI EFEK PENCEMARAN?


Mengapa Biomassa?

Ada banyak sumber energi alternatif yang dapat dikembangkan. Biomassa pun bisa dijadikan salah satu alternatif yang menjanjikan. Ada beberapa keunggulan biomassa jika digunakan sebagai sumber energi.

Penjelasannya sebagai berikut:

1.Mengurangi adanya gas rumah kaca

Gas rumah kaca terdiri dari karbon dioksida (CO2), metana, nitrogen oksida, dan beberapa gas lainya yang terperangkap dalam atmosfer. Menurut data UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) konsentrasi global karbon dioksida dan beberapa gas rumah kaca lainnya terus mengalami peningkatan. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca ini menyebabkan peningkatan temperatur sehingga suhu udara atmosfer menjadi lebih panas. Tanaman atau biomassa akan mengurangi konsentrasi karbon dioksida dari atmosfer melalui proses fotosintesis. Karbon dioksida (CO2) diserap tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Ketika biomassa dibakar, karbon (C) akan diubah ke dalam bentuk karbon dioksida dan kembali ke atmosfer.

Bila proses ini berlangsung secara terus menerus, maka jumlah konsentrasi karbon dioksida di atmosfer akan selalu seimbang. Tetapi bila konsumsi energi fosil meningkat maka konsentrasi karbon dioksida akan meningkat. Sehingga penambahan biomassa dibutuhkan untuk menyeimbangkan kembali jumlah karbon dioksida yang diserap dan dilepaskan. Saat ini, kenyataannya terdapat peningkatan konsumsi jumlah energi fosil seperti gas dan minyak tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah biomassa. Sehingga yang terjadi adalah deforestation atau penggundulan hutan, pembalakan dan sebagainya. Hal tersebut makin meningkatkan konsentrasi karbon dioksida. Maka dari itu, penggunaan biomassa sebagai pengganti bahan bakar dapat mengurangi konsentrasi karbon dioksida.

READ MORE »

DKP jajaki pengolahan sampah plastik jadi BBM dengan AS

Padang (ANTARA News) - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Padang, Sumatera Barat, menyatakan saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk pengolahan sampah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah itu.

Kepala DKP Padang Wedistar, di Padang, Kamis, mengatakan, saat ini sedang diusahakan adanya mesin pengolahan sampah plastik di daerah ini untuk menjadi BBM.

"Kita saat ini masih menjajaki kerjasama dengan pemerintah Amerika Serikat, yang memiliki mesin tersebut, melalui pihak ketiga yang diwadahi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)," kata Wedistar.

READ MORE »

PLTGL – Pantai Selatan Jawa Mampu Hasilkan Energi Listrik 6.500 Mega Watt

Krisis energi membuat sejumlah ahli berpikir untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Pembangkit yang mengutamakan uranium untuk menghasilkan daya ini dipandang mampu untuk menjawab tantangan energi nasional.

Namun, pascaledakan PLTN Fukushima Jepang akibat gempa dan tsunami yang melanda kawasan tersebut, penolakan akan pembangkit nuklir kembali bermunculan. Risikonya dinilai terlalu besar bagi Indonesia.

Fakta tersebut yang menyurutkan minat sejumlah politisi untuk membatasi atau menunda pembangunan PLTN di Jawa dan Sumatera. Konsekuensinya, ketersediaan energi nasional kembali menjadi pertanyaan mendasar.

READ MORE »

1.25.2012

Pembangkit Listrik Panas Bumi Pertama RI


Pembangkit Listrik Panas Bumi Pertama RI
PLTP Garut

Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Kamojang merupakan pembangkit listrik pertama di Indonesia yang dibangun pada 1983. PLTP ini awalnya berkapasitas 30 megawatt yang kemudian dikembangkan dua unit lagi dengan total kapasitas 110 MW di 1987.
Pembangkit Listrik Panas Bumi Pertama RI





READ MORE »

1.22.2012

Pemerintah Belum Fokus Kelola Energi Alternatif

Jakarta | Dari total populasi penduduk Indonesia sebanyak kurang lebih 243 juta orang, sebanyak 100 juta orang tidak mendapat akses untuk menikmati aliran listrik. Hal ini disebabkan lebih kurang 30.000 desa di Indonesia belum memiliki infrastruktur yang memadai untuk pembangkit listrik.

Pemerintah seharusnya fokus kepada energi alternatif, bukan terus menerus mengeksploitasi sumber energi yang sudah hampir habis. Hal ini disampaikan Tri Mumpuni Iskandar, Executive Director dari Instritut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan.

“PLN itu kan hanya fasilitator, yang punya kebijakan kan pemerintah. Seharusnya pemerintah peduli untuk mengembangkan energi alternatif, sehingga PLN tidak melulu bicara tentang sumber listrik yang itu-itu saja,” ujar Tri Mumpuni saat ditemui usai Diskusi Panel tentang Tantangan dan Kesempatan dalam Green Economy di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (5/10/2011). Diskusi panel tersebut sekaligus menutup E-Idea Regional Seminar yang diadakan di Jakarta dengan dihadiri 40 pemenang E-Idea dari 7 negara.

READ MORE »

1.18.2012

Energy form Wate (EFW) ?

Energy from waste (EfW) facilities combust waste under controlled conditions, to reduce its volume and hazardousness, and to generate electricity and/or heat. Electricity generated from a typical 100,000tpa facility would be roughly equivalent to the electricity usage of 10,000 houses and would be exported to the national grid. Any heat produced by the plant could be used in industrial or district heating schemes if appropriate to the need and the infrastructure can be developed. Plant capacities are regarded as small scale (~150,000 tpa or less), medium scale (~150 - 250,000 tpa) or large scale (> 250,000 tpa) based on available throughputs. CHP schemes are particularly suitable in urban locations where there is likely to be a heat demand within 
a reasonable distance of the CHP plant.

READ MORE »